dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya. (28)
Tekanan keras pada lalal ini mengisyaratkan sangat kerasnya pendustaan dan kebandelan mereka
“Dan mereka dustakan ayat-ayat Kami, sebenar-benar mendusta.” (ayat 28).
Kalau disebut kata jama’ aayaatina, artinya bukanlah satu ayat, melainkan banyak ayat-ayat. Dalam bahasa kita menjadi ayat-ayat Kami. Ayat ada yang berarti tanda kebesaran Tuhan, seumpama gerhana matahari, atau anak lahir ke dunia kembar empat dan lain-lainnya. Itu adalah ayat Allah, yaitu tanda bahwa Allah Maha Kuasa. Maka si Thaghiin itu tidak mau percaya kepada Allah, padahal tandanya sudah kelihatan. Atau ada orang kaya tiba-tiba jatuh miskin, atau orang berpangkat sangat tinggi, tiba-tiba jatuh tersungkur dari jabatannya; itu pun ayat Allah. Namun si Thaghiin itu tidak juga mau insaf. Dan ayat pun boleh diartikan perintah Tuhan yang disampaikan oleh Rasul-rasul Allah, sejak dari Nuh sampai kepada Muhammad SAW, si Thaghiin itu tidak juga mau peduli. Dan Al-Qur’an pun tersusun daripada 6236 ayat, itu pun tidak dipercayainya! Saat sekali ayat-ayat Allah itu didustakannya, atau dengan mulutnya, ataupun dengan perbuatannya, atau dengan munafiknya: percaya mulutnya, hatinya tidak. Ini sama sekali adalah mendustakan, sebenar-benar mendustakan.
028. (Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami) mendustakan Alquran (dengan sesungguh-sungguhnya) maksudnya, dengan kedustaan yang sesungguhnya.
Ayat yang lain :
0 komentar:
Post a Comment