Searching...
Select a Page
Sunday

image

 

                                         Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Qur'an
 

dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, (19) dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. (20) (An-Naba’ : 19-20)

Langit yang dibangun dengan kokoh, dibuka lalu terdapat beberapa pintu. la pecah terbelah, sebagai-mana disebutkan dalam beberapa ayat dan surah lain. Langit berubah keadaannya dengan keadaan yang belum pernah kita alami selama ini. Sedangkan, gunung-gunung yang menjadi pasak bumi dijalankan sehingga fnenjadi atamorgana la dihancurieburkan, berantakan, dan berhamburan ke udara , digerakkan oleh angin, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat dan surah-surah lain. Karena itu , ia idak ada wujud-nya lagi bagaikan fatamorgana, atau ia yang telah menjadi debu itu diterpa cahaya sehingga menjadi seperi fatamorgana.

Sungguh menakutkan dan mengerikan terjadinya keamburadulan alam yang dapat dipandang mata itu sebagaimana menakutkannya ketika manusia di-kumpulkan setelah diiupnya sangkakala. Inilah hal keputusan yang sudah ditentukan bakal terjadinya itu, dengan hikmah dan rencana Allah.

 

 

                                         Hamka dalam Tafsir Al - Azhar
 

“Dan akan dihapuskan gunung-gunung, maka jadilah dia sarab belaka.” (ayat 20).

Tadi pada ayat 7 sudah dijelaskan bahwa gunung-gunung itu dijadikan oleh Allah menjadi pasak bumi, atau tiang-tiang peneguh, pemantap, sehingga manusia dapat hidup dengan tenteram. Kalau gunung-gunung tidak ada, bahaya besarlah yang akan menimpa. Manusia tidak akan dapat hidup di muka bumi lagi. Sebab tidak ada lagi yang akan mendinding angin berhembus keras. Ingat sajalah betapa kerasnya angin di laut ketika kita berlayar. Sebab tidak ada yang menghambat angin itu. Dan gunung-gunung di tanah yang subur dapat menahan erosi, yaitu mengalirnya bunga tanah di bawah hujan sehingga tanah menjadi kering. Maka diterangkanlah dalam ayat 20 ini, bahwasanya setelah serunai sangkakala itu ditiup, gunung-gunung pun menjadi hapus. Lantaran itu maka muka bumi menjadi rata, tak bergunung-gunung lagi. Sudah pasti manusia tidak dapat hidup lagi dalam bumi yang tidak bergunung! Yang ada hanyalah padang belantara belaka. Yang kelihatan oleh mata tidak gunung lagi, melainkan sarab yang disebut orang dalam bahasa asing fatamorgana, yaitu bayang-bayang dari panas yang sangat teriknya, menyerupai air yang sedang tergenang dan sangat jernih. Sehingga apabila kita haus, kita menyangka sesampai kita di tempat itu kita akan bertemu air. Padahal setelah datang ke sana, setetes air pun tidak akan ditemui. Itulah sarab. Dan itulah yang telah diperumpamakan Allah atas orang-orang yang haus akan kebahagiaan jiwa, padahal tidak menurut tuntunan yang diberikan Allah, berjalan tengah kehausan di padang pasir, sebagai tersebut di dalam Surat 24 An-Nur, ayat 39.

Maka pada waktu itu langit tempat bernaung telah tembus dan berlobang-lobang menjadi banyak pintu. Gunung-gunung tempat berlindung dari dahsyatnya angin telah rata dengan tanah, sehingga pengharapan sudah menjadi fatamorgana belaka; disangka air, rupanya hanya pasir!

 

                                         Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir
 

“dan dijalankanlah gunung-gunung maka menjadi fatamorganalah ia. “(20)

Yang demikian itu sama sepeni firman Allah:

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan."  (QS- An-Naml: 88).

Sedangkan di sini, Dia berfirman:

'Maka menjadi fatamorganalah ia."

Yakni, dikhayalkan kepada orang yang melihat bahwa ia merupakan sesuatu padahal ia bukan apa-apa. Dan  setelah itu, semuanya itu hilang sehingga tidak lagi dapai dipandang serta sama sekali tidak berbekas.

 

                                         Tafsir Jalalain
 

020. (Dan dijalankanlah gunung-gunung) maksudnya, lenyap dari tempat-tempatnya (maka menjadi fatamorganalah ia) menjadi debu yang beterbangan, atau dengan kata lain gunung-gunung itu menjadi sangat ringan jalannya bagaikan debu yang diterbangkan.

Ayat yang lain :

0 komentar:

Post a Comment

« »
Get widget