Nama boleh mendunia, namun McDonald(McD) dan Kentucky Fried Chicken(KFC) di Saudi Arabia nampaknya harus kerja keras bila ingin menyaingi produk lokal, khususnya ayam goreng, fried chicken. Warga asli Saudi masih banyak yang lebih suka produk restoran fastfood lokal, termasuk para pekerja
asing seperti TKI macam saya. Ini berdasar pandangan saya sendiri dan beberapa referensi tulisan di media online.
Broasted
Selain harganya lebih murah, rasanya tak kalah dengan produk resto dari negeri Paman Sam ini. Dinegeri ini, ayam goreng model “kentucky” lebih familiar dengan nama broasted. Sama-sama ayam goreng, tapi istilah broasted sebenarnya merupakan salah satu metode memasak ayam atau makanan lainnya dengan cara
pressur fryer dan condiment(bumbu rempah-rempah). Lebih kering, empuk dan enak tentunya.
Al Baik
Salah satu resto broasted yang merajai pasaran di Saudi adalah Al Baik. Pertama kali berdiri di kota Jeddah pada tahun 1974 dan sekarang mempunyai banyak cabang di Jeddah sendiri ada 40, Mekkah ada 6, Madinah ada 3 serta di kota Thaif dan Yanbu masing-masing satu(wikipedia).
Di kota Dammam nampaknya belum ada, namun saat umrah dan ziarah di Masjid Nabawi, kota Madinah, saya sempat jalan-jalan cari makan, kebetulan menemukan resto ini disalah satu gedung pertokoan. Mashaallah…pengunjungnya sangat padat! Mau bayar antri, mau ambil pesanannya rebutan dan berdesakan luar biasa.
berdesakan di counter Al Baik/foto pribadi
Sebaliknya di Indonesia, yang saya tahu masih banyak yang doyan dengan produk resto dari Amrik ini. Mungkin lebih terasa bergengsi, walau produk yang sama sudah dibikin oleh resto atau rumah makan lokal, seperti di Jogja, tentu sudah banyak yang mengenal KuFC, Olive Fried Chicken dan beberapa brand lainnya. Semoga bermanfaat. Hidup fried chicken Indonesia!
Dammam, 28/08/2013
Teguh Suprayogi dari http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/08/28/mcdonald-dan-kfc-saudi-kalah-saing-dengan-produk-lokal-584617.html
0 komentar:
Post a Comment